Akhwat, Jilbab Syar’i, dan Jaket

…Inspirasi setelah surfing inte pagi ini…

sebenarnya sudah lama ingin posting mengenai hal ini. Terlebih lagi setelah saya mendapatkan informasi bahwa ada ikhwan IT TELKOM yang meminta untuk seluruh akhwat tidak lagi menggunakan jaket di luar jilbabnya dengan alasan membentuk tubuh…

Setelah seraching di internet mengenai penggunaan jaket oleh muslimah, ternyata hampir seluruh ikhwan memiliki komentar yang sama yaitu “TIDAK BOLEH” dan bukan hanya di kalangan ikhwan saja, bahkan para akhwat pun ternyata mulai concern terhadap fenomena yang banyak terjadi di kampus-kampus ini

ini beberpa link mengenai artikel tersebut

1. http://www.fsldkn.org/kemuslimahan/3.html

2.http://assalamsb.wordpress.com/2007/12/29/jaket-vs-jilbab/

3.http://rangtalu.wordpress.com/2008/10/29/jangan-memakai-jilbab/

4. http://www.mii.fmipa.ugm.ac.id/new/2008/04/28/kesalahan-kesalahan-busana-muslimah-2/

Saya pribadi sebenarnya sangat nyaman menggunakan jaket karena beberapa hal :

1. saat berkendaraan (terutama motor) , dengan menggunakan jaket maka :

a. badan akan sedikit terhindar dari masuk angin

b. jilbab tidak terbang (karena pengalaman beberapa kali ada akhwat yang sedang naik motor lalu jilbanya tersingkap bahkan lepas karena tertiup angin)

c. menghindari serangan angin dari depan yang akan membuat (maaf) dada akhwat tersebut terbentuk (membentuk tubuh)

2. Saat jilbab yang saya gunakan adalah jilbab langsung (bergo). Alasanya, karena jilbab bergo itu bahannya kan hampir semua dari katun yang tentunya sangat mudah untuk membentuk tubuh bagian depan saat sedang berjalan kaki plus adanya angin , jadi dengan adanya jaket bentuk tersebut tertutupi.

3. Saat sakit, karena jaket membuat diri saya hangat

4. saat melakukan perjalanan yang cukup panjang dan ada kemungkinan mengotori jilbab atau pakaian. jadi terkadang dengan menggunakan jaket, jilbab akan lebih bersih.[jadi bisa dipake buat shalat]

Tapi…. Jika dipikir kembali, sebenarnya keuntungan penggunaan jaket diatas masih bisa saya rasakan [kecuali point kemungkinan jilbab terbang saat berkendara motor] jika cara menggunakan jaketnya saya rubah [dan tentunya jadi syar'i], yaitu dengan masukkan jaket ke dalam jilbab.

jadi, kalo menurut saya [menurut saya lho....], sebenarnya kita [akhwat] masih bisa mengenakan jaket [mengingat manfaat jaket yang begitu banyak] tapi dengan catatan harus dipakai di dalam jilbab.

Wallahu’alam…

13 Tanggapan

  1. Sok atuh dikaji …

  2. weleh dikaji? berat kayaknya, ilmu saya belum samep mba, makanya saya kasih link yang membahas langsung baik dari dalil syar’i dll… selamat menikmati..
    terimakasih kunjungannya ^_^

  3. hmm, tyt gt ya

  4. klu g salah ingat, pernah baca di AD/ART KAPMI diatur masalah jilbab dan jaket..
    masak kalah sama anak sekolahan? hehe

    masih ingat gak kak aturan mengenai “jaket dan akhwat” yang terdapat di AD/ART KAPMI tsb?
    Soalnya menarik nih untuk dibahas.

  5. klo menurut saiah mah,lebih baik memilih yang mudharatnya lebih sedikit baru mengambil yang manfaatnya lebih banyak…

  6. wah, gak jelas nih comment nya… dalam kasus ini, apa yang menurut kak bijak sedikit mudharatnya? [atau khawatir salah kasih koment yang akhirnya bisa menyebabkan ka bijak dapet oleh2 hujan sepatu darai para akhwat??]

  7. YUP

  8. kata febryanti sthevanie : “YUP? yup apanya ini teh??”

  9. dapet sepatu???mau donk….^_^V
    kembali lagi,kita mulai segala sesuatunya dengan ilmu..
    jadi jangan sok ikut2an gaya orang lain,padahal kita ga tau alasannya…
    klo menurut vanie, dengan memasukkan jilbab ke dalam jaket bisa menghindarkan dari terbangnya jilbab,,kenapa ga??? pilih aja jaket ukuran XXXXL sekalian…wkwkwkwk

  10. kata febryanti sthevanie :

    @kak bijak
    “to all akhwat, kumpulkan sepatu!! ada yang mau nerima timpukan kita nih”

    Tul kak , jangan sok ikut2an.. sayangnya.. fenomena jaket, tas, dll masih banyak yang ikut2an..

    pernah saya tanya ke seorang akhwat..
    mba kenapa mba pake jaket diluar jilbab ,
    lalu beliau menjawab : “karena jilbab yang mba pake sekarang kecil” [sepertinya jilbab beliau sedang di cuci semua...] [ini berarti mba tsb pake jaket ada alasan logisnya] ,

    tapi ada juga yang saya tanya hal yang sama jawabannya “soalnya mba2 akhwat yang lain juga pada pake..” —> nah lho…

    jadi inget kata Murabbiyah saya yang pertama dulu
    “ukhti.. tanpa anti sadari jilbab yang anti pakai itu adalah salah satu bentuk anti berdakwah ke mahasiswa di kampus bahkan kesemua orang yang anti temui.. ”

    Mari beramal dengan ilmu…

  11. (kok lebih banyak ikhwan yang komentar nih? Padahal ini khan ditujukan ke akhwat ya..)
    Alhamdulillah ada yang mengingatkan..
    Jazakillah sudah diingatkan, van.
    Sudah enam hari ini semenjak baca tulisan ini, mb mulai mengurangi penggunaan jaket diluar jilbab. Kecuali pada kondisi-kondisi tertentu yang (sampai saat ini) mb kira lebih baik menggunakan jaket diluar, seperti : naik motor, di dalam bus/kereta yang penuh sesak yang tangan harus bepegangan ke atas (kalau tidak pakai jaket di luar, ketika tangan kanan tegak lurus memegang gantungan bus diatas, jilbab bisa melorot sampai bahu. Belum lagi jika bergesekan dengan penumpang lain, ada kemungkinan jilbab ini tersangkut-sangkut.), dan jika menggunakan jilbab/bergo yang rasa-rasanya agak kecil.
    (Alhamdulilah.. Akhirnya bisa mengomentari tulisan ini. :) )
    Bagaimana pun juga, akhwat itu lebih anggun dengan jilbab syar’inya yang berkibar-kibar. Hihi… :D (Ikhwan2 ada komentar?)

  12. dulu wkt masih tingkat awal sampe lulus, saya SELALU pake jaket didalem jilbab, termasuk saat bermotor yg hampir tiap hari pasti pergi, pikiran saya sama kaya fani, tapi seiring berjalannya waktu… akhirnya, realitas diluar dengan sadar saya tak seidealis dulu…. so, struggle ukhti…. pertahankan idealisme.. itu minimal, maksimalnya bertambah pastinya, karna akan sangat banyak yang akan terjadi bahkan untuk bertahan agar tetap tegak berdiripun tak gampang (bener bgt postingan nasehat dr ummahat, maksimalkan waktu)

    makasih ukhti..
    kita memang harus menjadi makhlukNya yang creative namun tetap syar’i
    kreatif manajemen waktu, kreatif menghadapi perkembangan jaman, kreatif menghadapi realita
    Karena masalah tidak dapat dilihat dari datu sudut saja, masih banyak sudut lain yang harus dipertimbangkan..
    namun kita tidak bisa “memperkosa” makna fleksibilitas ataupun kata tergantung situasi, kembali lagi ke proporsionalitas (seperti postingan mba putri tentang gantungan baju)

    makasih kunjungannya ya pelagi, sering2 main ke sini yo ^_^

  13. ribet juga ya…

    tapi itulah yang terbaik, insya Allah… :D

    ribet ?.. hmmm mungkin awal-awalnya iya, tapi setelah terbiasa mah enggak kok, malah akan jadi kebutuhan, bukankah yang baik itu akan memberikan kenyamanan bagi si pengguna?..hehe.. lagi pula pengemasan berlian , perhiasan indah, dan barang-barang mahal dan berkualitas bisanyanya melalui tahap yang cukup banyak dan “ribet” di bandingkan pengemasan barang berkualitas murah …

Tinggalkan Balasan