RSS

Archive Bulanan: Februari 2009

Im Back..(Finally)

selamat pagi my Blog… Hari yang cereh (Ups… dibogor tentunya…^_^ )

Entah kenapa, semenjak nergumul sama yang namanya TA, motivasi menulisnya jadi berkurang… soalnya setiap liat laptop yang keinget TAAAAAAAAAAA… mulu…

Banyak kejadian penting yang sempat terjadi selama saya off menulis.. kao tidak salah tulisan terakhir saya adalah berita mengenai Seminar TA 1 yang saya jalani..

1. Jalan2 bersama anak IF-29-01 ke Kebun binatang dekat ITB, shalat di Salman ITB, makan di deket Salman ITB, Ke Rumah Citra sambil ujan2an… Lots of fun… Love you all my amazoners..

2. Baksos dan DM di Sukapura, Dm di RW 6 (kumpul lagi dengan akhwat2.. senangnya.. jadi inge pas HADE..^_*)

3. Tiga kali diminta untuk ganti judul sama Pak Cok… jadi 3 hari bersua dengan Pak Cok.. Finally SK pembimbingku di tandatangani juga hari Kamis 26 Feb 2009 oleh Pak Cok dan Bu Novi…

4. 21 tahun sudah aku hidup didunia terhitung dari tanggal 25 Februari 1988 s/d 25 Februari 2009…

5. Im Home.. Now.. Feel fresh.. want to enjoy my family more and more every day… Family is the only one who will support you wherever, whenever, whatever that happen to me..

 
4 Comments

Posted by pada Februari 28, 2009 in My Daily life

 

SEMINAR TA1 Rabu 18 februari 2009

Alhamdulillah.. setelah sempat di undur seminarnya (seharusnya Hari Senin jam 11) , akhirnya Allah memberikan saya kesempatan untuk melaksanakan Seminar pada hari Rabu, 18 februari 2009 jam 15.00 di F305B.

dengan dosen penguji Bapak DWS (Dodi) dan Ibu Ade

Alhamdulillah nilai A

Arigatou Gozaimasu untuk semua yang telah mendoakan saya…

Semoga hal ini tidak membuat saya lalai…

Next Mission —-> Ngerjain TA

 
3 Comments

Posted by pada Februari 18, 2009 in My Daily life

 

Chatting dg Aa Gym (POLIGAMI)

Guys…ini ada chating dgn Aa…….

Aa_online : Assalamualaikum ?

f_rachmanto : Waalaikumsalaam ?

f_rachmanto : Aa .. lama gak online nih, ? kemana aja?

Aa_online : Ah ? Aa mah disini aja, Kang Oji kumaha damang?

f_rachmanto : Baik A, kumaha bulan madu? :-)

Aa_online : Ah, eta deuy, eta deuy ? hehehe ?

f_rachmanto : Sori A, habis kaget nih Aa nikah lagi

Aa_online : Aduh kenapa atuh musti kaget segala. Kan berpoligami teh diijinkan
Allah.

f_rachmanto : Diijinkan lho A, bukan diwajibkan

Aa_online : Betul. Hukumnya sunnah.

f_rachmanto : Kenapa sih A, nikah lagi?

Aa_online : Aduuh ini lagi pertanyaanya ? Kumaha nya ngajawabnya?

f_rachmanto : Apa ada yg kurang dari Teteh?

Aa_online : Wah, insyaAllah bukan karena itu, Teteh itu wanita yang sangat luar
biasa.

f_rachmanto : Jadi kenapa?

Aa_online : Begini, pernikahan Aa yang kedua ini latar belakangnya ya sama saja
dengan alasan orang lain menikah. Kang Oji dulu kenapa menikah?

f_rachmanto : Mmmm ? Karena saya dan istri saling cinta, dan pengen hidup
bareng
membangun keluarga yang sakinah?

Aa_online : Begitu juga Aa dengan pernikahan kedua ini.

f_rachmanto : Tapi Aa kan bisa menyakiti hati Teteh. Apalagi anak-anak Aa. Anak
mana sih yang rela Ayahnya nikah lagi.

Aa_online : Yah, saya juga katakan ini bukan keputusan mudah. Saya mohon maaf
sama Teteh dan anak-anak saya, jika keputusan ini tidak enak buat mereka. Namun
saya juga berharap ini bisa jadi hikmah bagi mereka
untuk melatih keikhlasan mereka. Dan alhamdulillah Teteh dan anak-anak dapat
menerima ?

f_rachmanto : Maaf nih A, kok tega menyakiti hati orang yang kita cintai?

Aa_online : Sudah tentu saya tidak tega, tapi ?

f_rachmanto : Kalau tidak tega kenapa tetap dilaksanakan?

Aa_online : Begini, karena ada tujuan yang menurut Aa insya Allah baik. Dan Aa
yakin keluarga Aa akan dapat ikhlas menerima keputusan Aa.

f_rachmanto : Maaf A, apakah ini untuk kepuasan seks?

Aa_online : Semua pernikahan bukan nya selalu ada aspek seks? Namun seks tentu
bukan satu2 nya aspek dan bukan yang paling utama.

Aa_online : Salah satu hikmah pernikahan adalah untuk mencegah manusia dari
kerusakan akibat perilaku seks seperti binatang. Kang Oji bisa lihat perilaku
saudara-saudara kita dewasa ini yang lama-lama menganggap seks diluar nikah
bukan hal terlarang. Ini harus diluruskan ?

f_rachmanto : Dengan poligami?

f_rachmanto : Bukan kah nanti jadi nya poligami iya, zina jalan terus ?

Aa_online : Yah kalo masalah zina mah, kalo moral orangnya sudah mengizinkan
zina ya bagaimana ya? Tapi ada pandangan juga nih. Barangkali masyarakat kita
sekarang juga yang mengkondisikan perzinahan.

f_rachmanto : Maksud Aa?

Aa_online : Yah, masyarakat sekarang kan semakin permisif terhadap hubungan
laki-laki dan perempuan, semakin menganggap lembaga keluarga tidak penting,
menganggap lembaga pernikahan tidak penting. Sementara namanya dorongan
hubungan seks adalah sesuatu yang alamiah dan pasti terjadi. Paham maksud Aa?

f_rachmanto : Rada ngantuk sih A, tapi paham lah.

f_rachmanto : Ya jujur aja sih, kalau sekarang kita denger sepasang laki-laki
perempuan tinggal bersama tanpa menikah dianggap semakin biasa.

Aa_online : Padahal dulu enggak

f_rachmanto : Ya ? dulu nya itu tabu.

Aa_online : Demikian pula poligami

f_rachmanto : Halahh ? belok nya jago bener :-)

Aa_online : Hehehe bukan begitu. Ini kenyataan. Coba kita perhatikan dalam
sejarah. Orang jaman dulu mempraktekkan poligami. Bahkan kalau tingkatannya
raja atau bangsawan, istrinya bisa ratusan ?

f_rachmanto : Dulu dianggap biasa, sekarang dianggap tabu.

Aa_online : Betul

f_rachmanto : Itukan dulu Aa

Aa_online : Betul, maksud Aa cuma ingin kasih gambaran bahwa pandangan
masyarakat bisa berubah.

f_rachmanto : Tapi Aa, kenapa kita selalu melupakan konteks “adil” dalam
ketentuan berpoligami.

f_rachmanto : Maksud saya, kalau istri pertama sampai merasa tidak ridha saja
kan sudah tidak adil. Saya pernah baca sih, ada beberapa istri yang dari awal
ikhlas suami nya menikah lagi, bahkan membantu mencarikan istri baru. Tapi kan
angkanya sangat sedikit. Artinya, poligami baru bisa dilaksanakan dalam kondisi
yang hampir mustahil.

Aa_online : Tapi mungkin

f_rachmanto : Ya ?

Aa_online : Apa tidak mungkin ada istri yang ikhlas suaminya menikah lagi
karena sesuatu hal, katakan yang sifatnya darurat?

f_rachmanto : Ya mungkin saja, tapi kecil

Aa_online : Tetap saja mungkin.

Aa_online : Dan hukum agama dimaksudkan untuk memberi jalan keluar bagi hal
yang mungkin tadi.

f_rachmanto : OK Aa, saya tidak pernah mempertanyakan legalitas berpoligami.
Tertulis dalam teks dengan sangat jelas itu diperbolehkan.

f_rachmanto : Tapi bukankah sesuatu yang boleh belum tentu baik.

Aa_online : Misalnya ?

f_rachmanto : Misalnya saya membeli mobil mewah sementara saudara-saudara saya
ada yang putus sekolah karena kurang biaya, terjepit hutang, atau bahkan
kelaparan ..

f_rachmanto : Beli mobil pake uang saya sendiri, halal, ya boleh dong. Tapi
tidak baik saya lakukan karena akan menyakiti hati saudara-saudara saya ?

Aa_online : Membeli mobil tadi “tidak baik” ukuran nya apa? Dibandingkan dengan
apa?

f_rachmanto : Dibanding dengan misalnya menyedekahkan uang saya tadi ?

Aa_online : Setuju. Nah, kalau dibanding dengan menggunakan uang tadi untuk
berjudi di kasino?

f_rachmanto : Ya lebih baik beli mobil.

Aa_online : Sangat relatif ya?

f_rachmanto : Hmm ? ya.

Aa_online : Jadi itu semua akan sangat subyektif, dan sangat tergantung
konteks. Tidak bisa dihakimi secara hitam-putih begitu saja. Dari satu kasus
dengan kasus lain akan berbeda.

Aa_online : Poligami itu seperti pintu darurat di sebuah pesawat. Boleh
digunakan, kalau memang keadaan mengharuskan. Tapi juga jangan digunakan kalau
pesawatnya baik-baik saja. Jadi harus tahu ilmunya.

f_rachmanto : Hehehe ? memang pernikahan Aa sama Teteh tidak baik2 saja ..

Aa_online : Tuh kan ? kalo ini mah jadi ngegosip

f_rachmanto : Iya sori Aa, becanda. Thanks penjelasannya.

f_rachmanto : BTW ini lagi online di Daarut Tauhid A?

Aa_online : Daarut Tauhid?

f_rachmanto : Lho? Ini Aa Gym kan?

Aa_online : Aduh Ji! Ini saya mah Aa Gino, temen kerja kamu dulu ?

f_rachmanto : Astaghafirullah ? kirain dari tadi tuh Aa Gym ?

Serius banget bacanya…….he…..he……he…..
Have a nice day
Wassalam,

sumber : http://www.mail-archive.com/thebadkalong@yahoogroups.com/msg00280.html

 
7 Comments

Posted by pada Februari 12, 2009 in My Daily life

 

Tas Syiar SKI 2008

Alhamdulillah punya tas baru.. tas yang gak akan tersedia di toko manapun, dan limited addition..

Kangen Syiar..haji-mama-065Di Tas ini ada logo bergambar Angsa (angsa ya bukan bebek, bukan burung ^_^), karena Syiar menganut philosphy angsa yang selalu saling menjaga saudara seperjuangaannya samapi akhir tujuan…

OUR STEP NEVER STOP!!! ALLAHU AKBAR!!!

 
1 Comment

Posted by pada Februari 12, 2009 in My Daily life

 

Dengarkan aku ibu, dengarkan aku ayah..

family kompas.com assalamu’alaykum wr wb..

Psikolog dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Hastaning Sakti, mengatakan, orangtua perlu mendengarkan curahan hati anak supaya tidak semakin sering muncul kasus kenakalan remaja. “Orangtua jangan berpikir kalau remaja zaman sekarang berada pada posisi yang salah dan rawan,” katanya di Semarang, Rabu.

Menurut penilaiannya, jika ada pihak yang semestinya bertanggung jawab atas terjadinya kasus-kasus kenakalan remaja, maka pihak tersebut adalah orangtuanya sendiri. Kasus kenakalan remaja adalah perilaku menyimpang yang terjadi pada remaja. Masalah sosial ini terjadi karena terdapat penyimpangan perilaku dari berbagai aturan-aturan sosial ataupun dari nilai dan norma sosial yang berlaku.

Pemakaian narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) merupakan salah satu kasus kenakalan remaja yang semakin meningkat setiap tahunnya. Tahun 2004 diperkirakan jumlah penyalahguna narkoba, yang sebagian besar adalah remaja, mencapai angka 2,9 juta sampai 3,6 juta orang atau setara 1,5 persen penduduk Indonesia. Kebanyakan kasus kenakalan remaja, termasuk penyalahgunaan narkoba, terjadi karena orangtua tidak menerapkan metode “parenting skill” atau secara sederhana bisa diterapkan dengan mau mendengarkan keluh kesah dan isi hati anak. Ia mengatakan, orangtua lebih sering marah-marah dan menyalahkan anak daripada memberi solusi untuk mengatasi masalah yang mereka hadapi. “

Anak adalah anugerah yang harus dijaga. Kita tidak bisa menyalahkan mereka begitu saja atau menyalahkan lingkungan, tetapi kembali kepada diri orangtua sendiri, apakah selama ini menjaga anugerah tersebut dengan baik atau tidak,” kata Dosen Psikologi Universitas Diponegoro ini. Ia menjelaskan, pada masa remaja, justru keinginan untuk mencoba-coba besar sekali. Pada usia remaja, mereka berada pada masa pencarian jati diri. Ia mengatakan, di sinilah peran orangtua sangat dibutuhkan untuk mengarahkan anak, bukan mempersalahkan, atau bahkan meremehkan apa yang mereka kerjakan. “Satu yang perlu diingat, setiap orangtua sudah pernah menjadi anak, tetapi anak belum pernah menjadi orangtua. Inilah mengapa orangtua perlu mengerti anaknya,” katanya.

(to pengirim artikel ini : arigatou gozaimasu ^_^)

 
7 Comments

Posted by pada Februari 9, 2009 in My Daily life

 

Kaitkata: , , , ,

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.