Fenomena regrouping dalam halaqah adalah hal yang lumrah.. hampir beberapa kali saya mengalaminya..
Beberapa orang mengatakan alasan adanya regrouping adalah untuk men-dinamisasi kelompok halaqoh agar tidak monoton, mencari suasana baru, memperluas ukhuwah…
Namun yang terjadi di lapangan adalah banyak sekali kader-kader halaqoh yang malah “berguguran”. Setelah proses regrouping yang terjadi malah malas datang ke halaqoh, cari-cari alasan untuk tidak hadir halaqah, bahkan sampai menomorsekiankan halaqah…
saya tidak mengatakan halaqah harus di nomor satukan, atau di nomor buncit kan.. tapi disinilah asupan rukhiyah dapat kita temukan, bertemu saudara seiman yang berfastabikul khoirot, saling mengingatkan, menguatkan ukhuwah, menambah tsaqofah, dan menambah motivasi diri untuk selalu memperbaiki diri..
Ada beberpa alasan yang menyebabkan fenomena bergugurannya kader halaqoh setelah di regroup, ada yang merasa gak nyaman dengan teman-temannya yang baru, ada yang merasa “dibuang” karena melihat teman-temannya yang baru memiliki tingkat keilmuan yang lebih rendah dari dirinya, ada yang merasa minder dengan kelompok barunya yang mungkin di isi oleh orang-orang yang menurut dia “kader dengan militasi tinggi”, ada yang merasa tidak cocok dengan murabbi nya yang baru, ada yang merasa malas karena tidak di gabung dengan sahabat dekatnya, dan banyak lagi 1001 alasan yang bisa di temukan…
Lalu, jika hanya karena “makhlukNYA”
lantas militansi kita dalam menimba ilmu pudar,
lantas membuat kita membeda-bedakan kadar ukhuwah kita
maka, UNTUK SIAPA SELAMA INI HALAQAH kita????
DIarsipkan di bawah: My Daily life | Ditandai: futur, halaqah, regrouping halaqah





















Untuk siapa?
Sekedar trend jangan2 (ups)
Atau jangan2, kita kurang berdoa utk menetapkan langkah dan menyatukan hati2 kita hanya untuk bermahabbah kepada Allah?
Hanya diri kita yg mampu memprogram ulang mindset agar mau berubah. Azzamkan : Jika matahari di tangan kananku dan jika rembulan di tangan kiriku, aku takkan pernah berhenti karena Allah senantiasa bersamaku:)
Hayu atuh kita berlomba menjadi yang terbaik di hadapan Allah!
(g pake sikut-menyikut, tentunya)
Bangkitlah!
Harapan itu masih ada;)
Wah kalo saya halaqohnya banyak gimana donk, dan halqohnya dah ga dengan satu bagian aja alias banyak, halaqoh dikampus malah ditinggalkan gimana donk ??