Bedah Buku “Menyongsong Mihwar Daulah” (terbit 2009) karya Ust. Cahyadi Takariawan

Alhamdulillah, setelah sekian lama, akhirnya saya berkesempatan untuk menghadiri kegiatan Bedah Buku.

hari ini (25 Oktober 2009), bertempat di Masjid Al-Ukhuwah, diadakan bedah buku yang berjudul “Menyongsong Mihwar Daulah” karya ustadz yang sampai saat ini telah menelurkan 42 judul buku yang bermanfaat untuk dakwah, ya siapa lagi kalau bukan Ust. Cahyadi Takariawan, atau biasa di panggil Ustadz Cah. Karya beliau yang terkenal lainnya adalah buku berjudul ” Fiqih Politik Perempuan”, Bahagiakan Diri dengan Satu Istri” , “Di Jalan Dakwah Aku Menikah”, “menjadi Murobbiyah Sukses”, “memoar Cinta di Jalan Dakwah”, Al-Ikhwan Al Muslimun Bersama Mursyid ‘Am kedua”, dan banyak lagi…(sok mangga tanya Mister Gugel ^_^)

Alhamdulillah, saya membeli buku karya beliau yang akan di bedah, dan Subhanallah, bukunya sangat menarik, karena jarang sekali saya menemukan buku dengan judul yang to the point seperti ini, apalagi judul yang berbau menegakkan daulah Islamiyah.

Ust. Cahyadi didampingi oleh pembicara kedua, ust. Arif (mantan anggota DPRD Bandung) yang menjadi pelaku perpolitikan di Indonesia.

Secara singkat bentuk acaranya pertama dibuka dengan MC dari MQ FM, tilawah, lalu pemberian majalah Al-intima secara cuma-cuma kepada perserta yang paling cepat angkat tangan, sayang… saya terlalu konsen membaca buku, akhirnya gak dapet deeeeeh hehehe^_^

Awalnya saya mengira, bedah buku ini akan berat, karena mambahas mengenai tahapan dakwah ke 4 yaitu Daulah, yang nota bene sudah inti dari cita-cita dakwah umat Muslim di seluruh penjuru dunia. Tapi ternyata tidak, Ust. Cah menceritakan hal-hal dasar mengenai persiapan-persiapan apa yang harus ada jika kita ingin menyongsong Mihwar daulah..

beberapa hal yang dibahas oleh Ust.Cah adalah fenomena beberapa kader dakwah yang sempat mengalami perjalan dakwah semasa mihwar tanzim yang ternyata belum menyiapkan diri untuk menyongsong mihwar sya’bi (mihwar setalah tanzim). [ket : Pada mihwar sya'bi, para kader mulai melakukan ekspansi dakwah dengan cara masuk ke masyarakat (namun belum berpayungkan Partai)]. Contohnya ketidak siapan kader tersebut terlihat dari sikap-sikap mereka saat menghadapi perubahan-perubahan, misal dalam masalah berpakaian, terkadang kader dengan dalih kesederhanaan, saat berada di depan publik tidak mempertimbangakan pakaian yang layak di mata publik, atau masih ada kader yang merasa ustad itu gak boleh punya mobil karena pada ihwar tanzim, ikhwah biasanya halaqah hanya dengan bebek butut, atau sepeda, bahkan jalan kaki. Contoh lainnya, ada kader yang menganggap akhwat-akhwat yang menggunakan jilbab berwarna cerah (selain hitam, coklat tua, biru tua, dan semua yang tua-tua) dan berbunga-bunga adalah akhwat yang melanggar aturan jamaah.Padahal, selama perubahan itu tidak menyalahi syar’i dan aturan jamaah , maka hal tersebut sah-sah saja, mengenai kesederhanaan sih boleh, asal tidak merusak pandangan orang awam yang akan kita dakwahi, lalu mengenai masalah mobil, tidak salah jika ustadz punya mobil, selama mobil itu bermanfaat bagi ummat, kenapa tidak?, lalu mengenai jilbab akhwat, menurut ustadz cah, tidak ada yang salah dengan warna jilbab, selama syar’idan bukan untuk tabaruj.Kebanyakan banyak kader yang masih menilai sesuatu menyipang jika sasuatu tersebut “tidak sama dengan adat/kebiasaan” suatu jamaah tempo dulu. Padahal jaman berubah, saat ini kita telah berada di mihwar ke-3 yang menuntut kita cerdas, kreatif, namun tetap syar’i.

Oleh karena itu, menyingkapi hal tersebut, akhirnya memotivasi ust.cah untuk menulis buku ini.

Secara garis besar buku ini terdiri dari 4 bab.

Bab 1 : Dakwah :sebuah kemestian

Bab 2 : Mihwar dakwah : dari tanzhimi menuju daulah

Bab 3: Persiapan-persiapan aktivis dakwah

Bab 4 : peran Akhwat muslimah dalam dakwah

tebal buku ini adalah 209 halaman, harga saat saya beli di sana Rp. 35.000 (setelah didiskon 35%)

————————–

Intinya, menyenangkan mendengarkan ust.Cah dan Ust. Arif berbicara,….. gak membosankan… Secara gitu lhoooo ustadz-ustadznya dah punya jam terbang di dunia dakwah lamaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa sebelum vanie… ditambah, ustadz.Cah yang nota bene termasuk menulis beberapa buku mengenai pernikahan, akhirnya membuat topik pernikahan terangkat di tengah-tengah pembahasan isi buku, yang tentunya merubakan bahasan manarik bagi saya yang nota bene mau nikah hehehe…

segitu dulu, maaf kalo gak jelas tulisannya, hehe, .. jadi ingat kata ust.cah “jangan terlalu banyak mikir kalo mau nulis, penting-gak-penting tulis aja, jangan dibiarkan di otak tapi tuangkan dalam bentuk tulisan”

Semoga bermanfaat

5 Tanggapan

  1. kalo ada kabar-kabar seminar dan bedah buku. kabarin donk ke facebook ku “badru tamam”

    jazakallah

    -thanks for coming..^_^-

    punteun, dah coba cek ke FB, tapi yang namanya badru tamam banyak banget, badru tamam yang mana ya? atau gini, badru tamam add vanie aja di febryanti sthevanie, ditunggu, Insya Allah di kabari jika ada seminar atau bedah buku..

  2. First to say, bermanfaat banget!
    Jazk, van.

    Hmm.. Harus segera beli bukunya nih. Mudah-mudahan ada di toko buku online ya.

  3. Wohooo..
    Ternyata sudah ada di toko buku online. Cuma 32.000 pula! Tapi memang belum termasuk ongkos kirim sie..

    Mm.. InsyaAllah nanti dibeli. Setelah PR beberapa buku selesai. (Gosh! Hopefully I have enough time to read like the old days)

    Tulisan-tulisan Pak Cah memang OK banget. Jelas, ringkas, penjabaran dalil qur’an, dan analogi-analogi yang “ngena”.

    Wah, ajarin belanja buku di toko buku online dunk mba… aman gak sih?? alamatnya di mana?? lama gak sampenya??

    Iya mba, ini vanie baru selesai baca bab-1, n banyak banget analogi dan penjelasan yang mudah di mengerti dan diresapi akal, trus ketemu ayat-ayat Al-Qur’an yang jarang vanie baa di buku-buku sejenis, dan hadist-hadist baru (baru vanie baca) yang pas dengan tema. malahan vanie ada rencana untuk menugaskan binaan membaca buku ini (bab-1 dulu), biar pada berubah dari merasa diwajibkan berdakwah menjadi merasa membutuhkan dakwah, AMIIIIN.

    Insya Allah secepatnya vanie ulas bab-1 nya, soalnya, bagus banget n pencerahan bagi yang masih “enggan” melakukan amal ma’ruf nahi munkar (dakwah)…

  4. Sip!
    Ditunggu ulasan bukunya.

    Kalau tidak salah mba sudah tiga kali belanja di bukabuku.com. Layanan cepat. Kalau u/JKT, satu hari setelah mereka sudah cek pembayaran kita. Aman. Terpercaya. Ada diskon pula. Jadi kalau untuk ukuran JKT, malah lebih murah belanja di toko buku online.

    Tapi disana tidak ada buku2 dakwah, euy.
    Buku ini mba temukan di toko online http://www.erabookstore.com. Belum pernah beli di toko buku ini. Jadi tidak bisa memberikan testimoni.

    Tipsnya :
    Baca testimoni2 pelanggan.
    Tes layanan dengan pesan buku yang relatif murah.

  5. belum selesei baca euy..

    recommended deh buat siapa saja yang terlibat Da’wah…

    Da’wah tu harus di desain, bukan hanya sekedarmengalir bak air.. dia harus punya orientasi yang jelas.. tidak sekedar mengajak orang untuk bebrbuat kebaikan dan menjauhi kemungkaran.. tapi lebih dari itu, da’wah punya cita2 besar tuk membumikan syariat ALLAH..

    sepatu banget kak, makanya vanie suka banget buku ini, soalnya merangkum semua tahap yang harus dilalui untuk bisa menegakkan kembali bendera Islam sesuai dengan yang Rasulullah ajarkan,,, apalagi ada tambahan bab peran wanitanya , lengkap banget dah ^_^

Tinggalkan Balasan