Semua karena kasih sayang Allah

Here_comes_rain_againUdara yang kita hirup,

Air hujan yang turun dari langit,

Cahaya matahari yang bersinar di pagi hari,

Bumi tempat kita berpijak,

Semuanya adalah Kasih Sayang-NYA kepada kita manusia…

————————————————————————

Innarahmatii wasi’at kulla sayi’ “.. Sesungguhnya kasih sayang-Ku meliputi segala sesuatu..

Bumi ini, Allah jadikan tempat kita untuk berdiri, dengan langit sebagai atapnya, dan gunung sebagai pancang-pancangnya agar manusia bisa hidup dengan nyaman…

Air hujan ia turunkan dari langit dan ia tumbuhkan tanaman dan buah-buahan sebagai rezeki untuk manusia

Udara yang setiap hari kita hirup tanpa kekurangan adalah salah satu belas kasih Nya pada kita manusia..

Dalam sebuah hadist, ABu Hurairah r.a berkata, “Aku mendengar Rasululah SAW bersabda, “Allah telah menjadikan kasih sayang-NYA terbagi dalam seratus bagian. Dia menahan sembilan puluh sembilan bagian di sisi-NYA dan menurunkan satu bagian ke bumi. Dan dari sau bagian itulah para makhluk saling kasih mengasihi, sehingga induk binatang mengangkat cakarnya dari anaknya karena takut melukainya” (HR Muslim)

Subhanallah..

kasih-sayang-ibu

Dengan satu bagian kasih sayangNYA ini lah seorang ibu rela terjaga tiap malam untuk sang anak..

Dengan stau bagian kasih sayangNYA ini lah sepasang suami istri saling mencintai…

Dengan satu bagian kasih sayangNYA ini lah kita merasakan semua nikmatNYA yang tak akan mungkin bisa kita uraikan walaupun ranting menjadi pena dan air laut menjadi tintanya..

Innarahmatii wasi’at kulla sayi’ “.. Sesungguhnya kasih sayang-Ku meliputi segala sesuatu..

KasihNYA ia berikan kepada seluruh mahkluknya, manusia , baik ia muslim atau kafir, baik ia seorang yang takwa atau munafik, baik ia seorang yang taat ataupun pembangkang terhadapa hukum-hukumNYa..

KasihNYA ia berikan kepada seluruh mahkluknya, tumbuhan, hewan, jin, bahkan batu sekalipun..

KasihNya bahkan tanapa kita sadari menghampiri kita setiap detik dalam hidup kita..

Dalam kitab Mafaatihul Ghaib, Syaikh Ar RAzi menceritakan kisah yang pernah disaksikan oleh Dzun Nun Al Mishri rahimahullah . Dzun Nun bercerita , “Suatu hari aku merasa tidak enak di dalam rumah. Aku segera keluar. Aku ikuti langkahku yang tidak pasti. Sampai kemudian aku tiba di tepi sungai Niel. Disana aku tiba-tiba melihat seekor kalajengking yang cukup besar merangkak perlahan menuju sungai neil. Aiku ikuti arah jalannya. Dan ternyata di tepi sungai suah ada seekor kodok yang seakan sedang menunggunya. Kalajekngking itu langsung melompat ke atas punggung kodok tersebut. Kodok segera berangkat, berenang menggendong si kalajengking ke tepi sungai Neil yang lain. Aku segera mengikutinya dengan menaiki sebuah  perahu kecil. Di sana aku menyaksikan suatu kejadian yag sungguh mengagumkan. Aku meilhat seorang anak muda yang sedang tidur di bawah rindangnya sebuah pohon. Disampingnya ada seekor ular yang hendak menyerangnya. Namun kemudian kalajengking itu melompat ke arah ular tersebut. Lalu terjadilah pertarungan yang seru antar kedua mahluk itu, semapi keduanya sama-sama mati. Dan si anak muda tetap tidur nyenyak. “Maha sucu Allah yang telah mengutus seekor kalajengking dan seekor kodok untuk menyelamatkan seorang hamba-Nya yang sedang tertidur nyenyak itu”

122652464_9dYsL-L

Ya terkadang tanpa kita sadari semua detik yang telah kita lalui dalam hidup kita adalah kasih sayangNYA,

saat berkendara motor terkadang setelah sampai di tujuan kita lupa sepanjang perjalanan kasih sayangNYA tak pernah henti meliputi kit,  bisa saja di tengah jalan kita terperosok kedalam lubang yang bisa membuat kita terjungkal, bisa saja kita tertabrak oleh pengemudi yang ugal-ugalan, atau bisa saja karena melamun kita menabrak orang lain, tapi Allah memberikan kita keselamatan…

atau  bahkan saat kita di uji olehNYA, itupun salah satu bentuk Kasih sayangNya..

Bukankah ujian itu adalah untuk mebedakan mana yang bersungguh-sunggu taat padaNYA? bukankah ujian itu akan mebuat kita semakin dewasa alam menyingkapi persoalan hidup? bukankah ujian itu akan membuat kita semakin kuat kedepannya?

“Sungguh bila Allah menguji…betapa Ia dalam waktu yang lama telah memberi kenyamanan. Bila Ia mengambil…betapa Ia dalam waktu yang lama telah memberi” (Urwah bin zubair)

Dan bahkan saat kita yang penuh dengan salah dan durhaka padaNYA lalu kita memohon ampunan, maka dengan kasih Nya lah taubat kita diterima…

Padahal sudah sekian lama kita mendustai nikmatNYA, sudah sekian kali kita menjauh dariNYA..

Semua karena kasih sayangNYA..

————————————-

Saat ini, apapun keadaan kita, senang maupun susah, bahagia maupun sedih,

percayalah.. kasih sayangNYA akan selalu meliputi kita…

jangan pernah berputus asa dari RahmatNYA..

Allah Ar Rahman Allah Ar Rahim..

Satu Tanggapan

  1. Like this.^^

Tinggalkan Balasan