saya percaya itu, Allah pasti sudah memiliki cerita sendiri untuk hidup saya.
Saat berencana manusia hanya bisa berharap rencananya terkabul,
namun jika ternyata hasil tidak sesuai dengan rencana,
terjadi beberapa proses yang biasanya di alami oleh seorang manusia,
dari sebuah buku :
“Saat seseorang mendapatkan sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginannya, maka yang terjadi adalah :
melihat hasil yang tidak sesuai kenyataan -> kecewa -> marah -> berusaha mencari kambing hitam -> lelah -> diam -> pasrah dan ikhlas

Ya, tanpa dipungkiri, rasa marah dan kecewa yang dirasakan adalah suatu hal yang manusiawi,
merasa kecewa karena segala usaha telah di coba namun hasil tidak sesuai keinginan, lalu akhirnya marah dan berusaha mencari-cari kesalahan pihak luar yang mungkin bisa di jadikan pelampiasan kemarahan, namun pada akhirnya lelah karena kemarahan tidak membawa kepada perubahan, lalu diam… termenung, mencoba berfikir jernih dan mengintrospeksi diri atas semua usaha yang telah dilakukan…
Saat dirasa usaha sudah maksimal, akhirnya manusia akan kembali kepada sang Pencipta yang Maha Besar dan Maha Menentukan segala kejadian di alam semesta…
Andaikan proses itu bisa berubah menjadi :
melihat hasil yang tidak sesuai kenyataan -> kecewa -> marah -> berusaha mencari kambing hitam -> lelah -> diam -> introspeksi diri-> pasrah dan ikhlas

proses inilah yang dimaksud dengan sabar…
menerima kenyataan dengan ikhlas tanpa diembel-embeli rasa marah di awal..
Tak perlu repot-repot untuk marah, karena marah akan menguras energi dan emosi, tak perlu mencari kambing hitam, introspeksi dulu kedalam diri sendiri, berusaha megevaluasi diri sendiri sebelum mengevaluasi orang lain
Subhanallah… indahnya sabar,
tapi tentu itu hal yang sulit, namun bukan berati hal yang mustahil untuk dilakukan..
Hmm, rasanya saya pun malu saat menulis tulisan ini, karena baru kemarin sore saya benar-benar melakukan sesuatu yang di sebut tingkah ke-kanak-kanakan saat mendapat ujian dariNYA…
Sore kemarin, saya Marah, menangis, berusaha mencari-cari celah untuk membela diri dari kecerobohan yang saya lakukan, lalu akhirnya saya berkata
“kenapa ya ALLAH?? kenapa tidak kunjung selesai ujianMu padaku?” ..
ya, berulang kali kata “kenapa?” keluar dari lisan ini saat itu..
dalam kalut yang teramat sangat, hati yang tidak kunjung tenang,dan air mata yang sejak pagi tadi tertahan, akhirnya tumpah..
saya menangis… entah, tangis ini untuk ujian yang baru terjadi atau memang tangis yang sudah terbendung sejak pagi, atau sejak dulu..
ditengah isak tangis, saya bertanya ” Apa yang harus saya lakukan agar hati ini tenang?”
Sahabat saya pun berkata “Istighfar vanie, dzikir, semoga menenangkan hati…”
Astaghfirullah, mengapa saya sampai lupa untuk beristighfar dengan benar? mengapa saya sampai lupa untuk berdzikir? mengapa pertanyaan tadi harus terucap dari lisan saya?
Ya Allah, apakah ibadahku, da’wahku, tarbiyahku sama sekali tak membekas di diri ini sampai-samapi aku lupa bahwa ENGKAU lah tempat untuk bersandar dan mengadu?
Astaghfirullah… astaghfirullah.. astaghfirullah…
Aku malu ya Allah..
alhamdulillah, saat itu saya tidak sendiri, seorang sahabat setia menemani dan menguatkan saya untuk sabar..
Ya, ternyata untuk sabar sejak awal hingga akhir adalah suatu hal yang sulit tapi bukan mustahil, dan tentu kesabaran ini akan dapat ditempuh oleh orang-orang yang Allah berikan cobaan dalam hidupNYA, dan ia pun lolos dalam ujian itu dengan menyandang predikat muslim yang sabar, bukan muslim yang su’udzhon pada Allah..
Saya yakin, Allah punya skenario sendiri untuk saya sore itu dan sore-sore selanjutnya dalam hidup saya..
Saya hanya berdoa
hati ini semakin diberikan kemudahan untuk bersikap sabar saat ujian itu datang
pundak ini diberikan kekuatan lebih untuk menjalani ujian-ujianNYA
kaki ini semakin tegar melangkah kedepan seberat apapun rintangannya
dan lisan yang tak henti berdoa memohon pertolongan padaNYA
hanya kepada Engkau tempat kembali..
Bandung , 3 November 2009
DIarsipkan di bawah: My Daily life, Taujih | Ditandai: kecewa, marah, sabar, ujian








yang bisa ngasi sedekah itu ya org yg punya harta…
yg bisa sabar juga org yg berhadapan dng masalah..
amin.. amin.. amin.. amin.. (doanya ada 4 kan?)
Sabar ya, vaniiiii…
Sabarnya yang luaaaaaaaaaasss…
Seluas samuuuuuderaaaaaa…….
*!___(^___^)___!* (a hug from JKT)
oh ya, bagaimana kita bisa tahu bahwa kita : lolos dengan predikat MEMUASKAN, van?
ayo, vani kasih tahu caranya dong…
semoga kita menjadi orang yang penyabar ya.. amin-amin.
We are looking to offer more and more ethnic furniture and home furnishing products on our website http://www.furnitureopia.com. We would love to hear from you at the email above on how we can offer different ethnic clients furniture for their home or kids which has more meaning for them in the US.
Thanks!
Ginny