Sore itu, aku harus menghadiri acara silaturahim di Masjid kampus, dengan berbekal barang bawaan yang cukup banyak, ku lajukan motor menuju lapangan parkir. Dan seperti biasa pemandangan yang sangat mengharukan kembali tertangkap mata ini.
Ya, Pak Bayu, Petugas Pengawas dan Pengontrol parkir di kampus saya seperti biasa tengah beradu otot dengan motor-motor mahasiswa yang tak tau aturan. Tubuhnya yang kecil dengan hanya bermodalkang sarung tangan kasar berusaha memindahkan satu demi satu dari ratusan motor di lapangan parkir ini.
Biasanya aku akan berteriak ke arahnya dan mengatakan “Wah Semangat Pak ^_^” , namun entah mengapa disaat itu aku beranikan menyapanya dan mengajaknya berbicara walau di saat itu jarum jam tanganku telah menunjukkan pukul 16.05 artinya aku telah terlambat hadir di acara silatrahim.
Dan setelah berbicara kurang lebih setengah jam, aku pun pamit meninggalkannya dengan ditemani berjuta rasa haru, kagum, dan hormat.. Subhanallah, rahmati ia ya Allah..
Mengapa begitu?.. saat kami berbincang, ia menjelaskan alasan mengapa ia mau bersusah payah menggeser motor di parkiran yang jumlahnya tidak sedikit. Dia berkata
“saya mah neng hanya ingin kelak Mahasiswa ITT jika menjadi pemimpin bangsa bisa mengerti disiplin, minimal dari masalah parkir memarkir kendaraan, saya bisa saja memarahi atau menegur setiap mahasiswa yang tidak memarkir motornya sesuai dengan aturan, saya bisa saja hanya berdiri di sekitar parkiran dan mengawasi tanpa harus bersusah payah menggeser-geser motor yang terbalik serta tidak rapih, tapi neng, saya ingin kerja, yang sebener-benenrnya kerja, dan mungkin ini salah satu cara saya untuk mengajarkan apa itu disiplin pada mahasiswa. Padahal neng dengan memarkir motor yang rapih dan sesuai aturan, maka mahasiswanya sendiri akan dipermudah dalam keluar masuk parkiran, dan indah begitu dilihatnya, ya semoga saja mahasiswa segera sadar, alhamdulillah sejak parkiran ini saya sudah melakukan metoda ini dan alhamdulillah kini sudah hampir 80% mahasiswa yang sadar parkir, semoga kedepannya jadi 100%, jadi saya bisa berpindah ke target saya selanjutnya, membuat parkiran ini bersih dari sampah, aneh ya neng, masih banyak mahasiswa yang tidak mengerti kebersihan, buang sampah sembarangan” ujarnya sambil sedikit-sedikit tersenyum simpul…
Subhanallah.. malu rasanya,(sambil melirik posisi motorku, mungkin saja tidak sesuai aturan,
)
Ternyata mengeni kedisiplinan tidak perlu kuliah, buktinya yang kuliah saja kalah sama yang tidak kuliah, intinya balik lagi ke kesadaran diri,
hehe, jadi inget kalau saya sudah telat [ini salah satu bentuk ketidak disiplinan
],
semoga usaha Pak Bayu akan segera membuahkan hasil 100% mahasiswa melek parkir hehehe
dan bagi seluruh penghuni IT TELKOM yang menjadi pengguna area parkir motor, harap inget aturan parkir :
1. motor saat di parkir harus menghadap kiblat (barat) agar mudah di lihat plat nomornya dan gampang keluar masukknya
2. jangan miring,luruskan barisan!
3. jangan parkir di sisi-sisi jalan , menganggu yang akan keluar dan masuk
4. jangan parkir lapis dua, jika lahan parkiran di belakang masih ada silahkan di isi (jalan beberapa meter aja kok susah sih!!)
5. jangan buang sampah sembarangan
6. periksa kunci motor sebelum meninggalkan area parkair, khawatir tertinggal

hak1m
Desember 27, 2009 at 6:37 am
parkiran memang menandakan yang memarkir. tapi tipe orang yang tidak terlalu rapi/i know who/ memang tidak memperhatikan hal-hal itu… sampai kadang-kadang bikin grrrr
hanif
Desember 27, 2009 at 11:09 am
Sama seperti di kampusku dulu para petugas parkir disana juga melakukan hal yang sama sehingga mahasiswanya jadi sadar dan memarkir motornya dengan rapi. Mahasiswa yang peduli dengan itu akhirnya dekat dengan petugas parkirnya, termasuk diriku he he he.
risma
Desember 28, 2009 at 12:38 am
iya van..kadang tu rsm suka kesel kl ngeliat, markir ko jaraknya nanggung2 bgt si, g dimasukin tapi lebar bgt, dimasukin, g muat, padahal butuh ruang dikit lg aja..
dan yg ky gitu g satu dua aja, tapi buaaanyaaaakkk…
kan ngzalimi yg lain mw markir jg..
Putri Chairina
Desember 28, 2009 at 2:53 am
Renungan untuk yang biasa ke masjid : apa kabar sendal dan sepatu di pelataran? Sudah rapi kah?
andi
Desember 28, 2009 at 5:15 am
alhamdulillah utk nambah wawasan khususnya ttg kebersihan,kerapihan & kedisiplinan tdk hrs mlalui bangku kuliah.dengan mlihat kjadian tsb bisa membuat diri kita jadi peduli bukan hanya diparkiran tp terutama yg bersentuhan dgn khidupan kita setiap saat seperti mrapikan kamar,mrapikan lemari,mengembalikan barang yg telah dipakai ktempatnya semula krn bersih & rapi itu indah dipandang mata……….
Putri Chairina
Desember 29, 2009 at 3:59 pm
@Vani
Roger! Laporan diterima! Ganti!
Yuli Riawan
Desember 31, 2009 at 2:27 am
setuju mba,,sama pak satpam nya juga
Herpin Dwijayanti
Desember 31, 2009 at 7:42 am
Hmm.. betul bgt, budaya serba buru-buru dan careless nya mahasiswa memang harus diubah ya. JAdi kadang ga peduli ma hal-hal kecil even meletakkan motor tepat di tempatnya.
Santun tidak hanya ke dosen,tapi juga harusnya santun ke Bapak parkiran dgn tidak bikin beliau capek ngangkat2 motor y..
Nah, parkiran ITT kan bakal nambah luas tu.. let’s see, will the condition get better? i hope so..
Putri Chairina
Januari 4, 2010 at 9:04 am
Baru sadar ada beberapa point tips yang menarik :
4. jangan parkir lapis dua, jika lahan parkiran di belakang masih ada silahkan di isi (jalan beberapa meter aja kok susah sih!!)
Tapi emang keterlaluan juga klo seenaknya sendiri.
==> Wow, Vani ngamuk?!
6. periksa kunci motor sebelum meninggalkan area parkair, khawatir tertinggal
==> Pengalaman pribadi nih, van? :p
Shiddieq
Januari 9, 2010 at 8:26 am
haha, kalo ke MSU, parkir menghadap tangga MSU. kunci stang doank, langsung lompatin pagar :hammer:
btw, kalau maghrib Pak Bayu jadi kernet angkot lho… buat nambah2 katanya
btw lagi, periksa kunci motor ga cuma di parkiran kampus sj. di parkiran sekitar gasibu juga
ninaluvchoco
Maret 4, 2010 at 5:12 am
Haha, like this mbak. Masalahnya saia nggak ahli ngerapiin barisan pas parkir motor. Terlalu miring lah, nggak bisa pake setandar dua lah…
maklum masih amatir.