Beberapah hal ingin saya bagi di masa-masa ini..
Salah satu masa dimana rasa deg-deg-an menjadi hiasan hati setaip hari..
bergadang menjadi santapan saya tiap malam..
kampus kembali menjadi rumah singgah..
berkutat dengan deretan sintak MATLAB seharian..
Ya, dimasa inilah,
rasa kangen kepada Orang-orang tersayang di Bogor terpaksa di tahan…
dimasa inilah kekuatan hati dibutuhkan berjuta kali lipat dari biasanya…
Ya, untuk tetap di Bandung, dan menyelesaikan salah satu amanah orang tua, yaitu Lulus Kuliah…
—————————————————————-
Setelah sedikit berpuisi, saya lanjut aja ke bagian sharing hikmah selama masa Sidang TA.
PArt-1 : Hari Terakhir Pengumpulan Berkas TA
Tak ada yang tau kejadian satu detik kemudian selain sang pencipta waktu
Satu hari menjelang batas daftar sidang TA, Allah menguji saya… Berkas Lembar Bimbingan TA asli yang menjadi salah satu persyaratan untuk mendaftar Sidang RAIB... Rasanya, nyesssss….. ingin nangis…. ingin teriak2… melampiasakan segala gundah yang tertahan… dan bingung… karena di berkas itu terdapat bukti histori bimbingan TA saya dengan pembimbing 1 dan 2 selama pengerjaan TA!! Alhamdulillah, Allah masih memberikan saya sedikit ketenangan hingga akhirnya saya mencoba untuk positif thinking.. “Semoga Pak Iwan (petugas admin bagian TA) mau menerbitkan kembali kartu bimbingan untuk saya”… Alhamdulillah, keesokan harinyaa (saat hari terakhir daftar TA), Allah memudahkan saya untuk mendapatkan tanda-tangan pembimbing 1 dan 2 di lembar bimbingan yang baru… Dan saya pun bisa mendaftar sidang…
PArt-2 : Masa menunggu jadwal sidang
Rasa lega yang subhanallah menyirami kerongkongan jiwa sayaselama 3 hari setelah daftar sidang TA… Alhamdulillah, satu anak tangga menuju anak tangga kelulusan pun terlewati… selama 1 pekan masa menunggu jadwal sidang, rasanya tak enak makan, tak enak tidur, mual, stres, resah… pokoknya gak jelas!!! rasa deg2an malah semakin menjadi menjelang 3 hari sebelum jadwal sidang TA diumumkan.. YA Allah.. berikan aku waktu yang terbaik…
Pengumuman pun ditempel, alhamdulillah saya sidang pekan ke-2 di hari terakhir tanggal 24 februari 2010. Dikarenakan masih ada 2 pekan lagi, saya pun memanfaatkan dengan mengelola bisnis kecil-keilan saya dan membantu di posko banjir dayeuhkolot. Selama 1 pekan sebelum sidang saya sibuk dengan urusan non-TA. Dan saya menikmatinya, karena jika harus memilih saya lebih baik berpusing-pusing dengan TA dari pada harus menjadi koran banjir… mereka lebih membutuhkan… pada saat itu banjir di daerah bandung sekitar dayeuhkolot sudah mencapai 3 meter dan ribuan orang menjadi pengungsi… kegiatan di posko pun semakin sering dilakukan, mulai dari bungkus2 bantuan sampai memasak. Dan Alhamdulillah selama saya di posko, Allah memberikan saya ketenangan yang luar biasa.. padahal saya sidang TA hari rabu, dan saya masih di posko hari ahad nya…
Subhanallah, selama pengerjaan TA yang saya minta pada Allah adalah ketenganan batin, selama proses pengerjaan TA, Sidang dan agar bisa menerima segala keputusanNYA, baik bisa/tidak daftar sidang, mendapat jadwal sidang yang seperti apapun, mendapat dosen penguji seperti apapun, dan mendapatkan hasil sidang yang seperti apapun.. saya pasrah…
Dan Alhamdulillah ketenangan itu semakin terasa setelah saya nonton sidang TA pada hari senin (H-2 sebelum Sidang TA).. Padahal, ada akhwat yang shock sehabis nonton sidang, awalnya ragu, tapi saya kuatkan diri saja, semoga saya bisa mengambil pelajaran untuk bekal sidang saya dari sidang pada hari itu. 2 sidang TA nonstop saya ikuti, dan alhamdulillahbukan shock yang saya dapatkan melainkan rasa semangat untuk mencari jawaban2 yang saya perkirakan akan muncul di sidang saya nanti, rasa semangat untuk mempersiapkan kelengkapan sidang…
Hari-H Sidang TA
Ikhtiar, doa, dan serahkan semuanya kepada Allah
Hari ini, hari penentuan itu, dengan bermodalkan jas almamater, laptop, berkas, dan berjuta doa dan kepasrahan, saya berangkat ke kampus. Menunggu waktu sidang saya ditemani 2 akhwat, mereka mambantu saya untuk tetap tenang dan rileks, walapun saat itu beberapa mahasiswa di smaping saya sedang membicarakan mengenai penguji-penguji mana yang killer.. dan ketiga penguji saya termasuk di bagian penguji killer menurut mereka… nyesssss dag dig dug… rasa ragu, takut, khawatir menjalar.. “jangan2 saya akan di bantai.. gak lulus?? tidaaaaaaaaaak.. ” begitulah kira2 pikiran saya saat itu, namun alhamdulillah ada akhwat yang disamping saya yang mengajak saya berfikir positif..
” seperti apapun pengujinya nanti, Allah yang akan menentukan kelulusan saya, saya hanya bisa berusaha untuk melewati sidang TA ini dengan sebaik-baiknya”
itu pikiran saya setelahnya.. ketenangan kembali meyelimuti hati saya..
Jeng-jeng-jeng…
1,5 jam sidang TA terlewati,…
Walaupun di awal laptop saya sempat bermasalah karena resolusi nya tidak match dengan infokusnya, but tertangani dengan baik…
dan sekarang menunggu hasil sidang TA..
Sambil berdiri di depan para penguji dan pembimbing TA, saya mencoba untuk tenang… lalu pembimbing saya memberikan beberapa saran dan kritik mengenai hasil presentasi sidang TA saya…
dan ternyata, saya dinyatakan TIDAK LULUS SIDANG TA!!!
astagfirullah… innailahi… tiba-tiba ketenangan itu hilang, berganti dengan rasa kaget, tanda tanya, kecewa, sedih, kesal..saat itu wajah yang muncul dalam pikiran saya adalah wajah mama.. rasa bersalah…
namun saya masih berdiri walau dengan perasaan yang tidak karuan di hadapan para penguji dan pembimbing saya… berusaha menata hati, membendung air mata yang sepertinya akan segera menetes…
ya, setelah pengerjaan TA sekian lamanya, saya dinyatakan TIDAK LULUS dan artinya saya tidak bisa wisuda bulan maret ini… Ya Rabb.. kuatkan… kuatkan…
saat itu aku hanya bisa berdiri dengan air mata menggenang sambil melihat para penguji dan pembimbing membereskan berkas TA dan hendak keluar dari ruang sidang..saat ini hanya tinggal pasrah dengan keputusanNYA, ini yang terbaik, pikirku… mencoba menguatkan diri sendiri…
namun, setelah pembimbing 1 menyadari air mataku… mereka langsung ketawa… !!
aku pun jadi tambah bingung dan heran…
taukah teman2…
ternyata saya dikerjain!!!!!!
Alhamdulillah saya TIDAK LULUS dengan nilai A …
Saat mendengar bahwa saya LULUS, saya pun lemas, terduduk di lantai sambil tak kuasa menahan tangis lega dan bahagia…
Alhamdulillah.. alhamdulillah.. ALLAHU AKBAR!!!!
Terimakasih mama papa untuk doanya yang tak peran putus, untuk supportnya yang tak henti… sangat merindukan kalian.. saat ini , hanya kelulusan yang bisa vanie berikan, semoga kalian bahagia..
Terima kasih untuk Pak Cok, selaku pembimbing 1, yang membimbing saya, membalas setiap SMS saya jika ingin janjian bimbingan hehe, yang selalu memberikan kritik dan saran untuk TA saya, yang mengarahkan pertanyaan2 penguji yang sulit saya tangkap menjadi mudah saya tangkap, dan yang mengerjai saya saat pembacaan hasil sidang TA
… Thanks Pa cok, glad to have you as my “pembimbing TA”
Terima kasih untuk Bu Novi, selaku pembimbing 2, yang membimbing saya, yang mendoakan kelancaran TA saya dengan doa yang begitu indah, yang memeluk saya setelah saya dinyatakan LULUS SIDANG, dan ikut ambil andil dalam ngerjain saya hehehe
Terimakasih cita.. didi.. yang sudah menemani selama sidang… LOVE U ^_^
Terimakasih untuk semua keluarga, teman, dan siapapun yang menyelipkan doa untuk kelancaran sidang vanie…
—-END—-




Isnaini
Maret 28, 2010 at 10:34 am
Berkas bimbingan ilang,,
same case with me Vannn,,,
Dasar orang-orang ceroboh,,,:p
Afifah thahirah
April 30, 2010 at 8:18 am
Subhanallah… moga bisa menjadi inspirasi…
Dan.. Bulan ini sayapun akan melewati episode yang sama.
Mengakhiri Tugas Akhir…. Insya Allah…
sthevanie
Mei 2, 2010 at 1:11 pm
@nuri : haaahahha.. kirain vn doang yang ngalamin kek gini… iya nih! nuri si ceroboh ngajak2…
@Afifah : amin.. semoga dilancarkan ^_^
ayu
Juni 9, 2011 at 8:52 am
Ya Allah mbak ceritanya sangat motivasi saya untk cpet2 sidang dan menuju Lulus ..
doakan saya ya mba biar Lulus Sidang TA