Salam Semangat!!
Alhamdulillah, setelah sekian lama menghilang dari dunia per-blog-an akhirnya saya bisa kembali menulis..
Menulis apa yang ada di kepala, mencoba menangkap setiap lompatan-lompatan fikiran ke dalam bentuk tulisan…
Judul di atas bukan semata-mata karena profesi saya sama dengan judul di atas…
Obrolan penuh hikmah ini saya dapatkan dari salah satu teman yang sangat saya kagumi
—————————————–
Entah kenapa, saat S1 dulu, seiring padatnya kegiatan terkadang kuliah menjadi tempat “peristirahatan” yang pas,,, di tambah dengan dosen yang cara mengajarnya mungkin mendukung untuk menuju pulau kapuk. Entah dari gaya mengajar dengan suara yang kecil, bicara sama tembok, membacakan kembali slide, atau yang saking pinternya membuatĀ materi gak bisa masuk ke kepala saya yang rada lemot… ^_^ ((Alhamdulillah saya belum menemukan dosen di S2 yang seperti itu ^_^))
Sempat berfikir “menghakimi” dosen-dosen tsb dengan mengatakan “masuk gak masuk kuliah kayaknya sama aja gak ngaruh” atau “gimana bisa masuk materinya kalo dosennya kayak begini “… (Astaghfirullah…)
hmmm….
Pikiran itu berubah 180 derahat semenjak perbincangan saya dang teman saya itu terjadi,,,,
—————————————-
” Bagi saya tidak ada yang namanya mantan guru atau dosen”
dan
“seberapa aneh pun dosen yang mengajar, saya akan tetap menghargai beliau dan berusaha untuk mendengarkan apa yang disampaikan”
Subhanallah… Begitu dewasa cara berfikirnya, beda sekali dengan saya yang mengatasnamakan sok sibuk sebagai alasan pemakluman energi yang mulai hilang saat kuliah berlangsung dan menjadikan dosen sebagai kambing hitamnya..
“Kamu akan merasakannya Van saat kamu mengalami menjadi dosen”
Yup.. Betul banget… Alhamdulillah saat ini Saya diamanahkan mengajar di salah satu institut teknologi di Bandung, dan karena kata-kata beliau ini, Saya semakin menyadari betapa egois nya saya selama ini dalam menilai seorang dosen…
Tanpa kita sadari Dosen sudah berusaha untuk menyampaikan apa yang ada di kepalanya, share ilmu, berbagi pengalaman, terlepas dengan segala kekurangannya, bisa gak sih kita ambil manfaatnya dari pada hanya sekedar mempertanyakan cara dosen tersebut mengajar yang mungkin secara sepihak tidak kita sukai?
Karena atas berkat jasa Beliau-beliau lah, kita dapat menjadi seperti ini…
Menghargai dan Mesyukuri, mungkin itu salah satu hikmah yang bisa saya petik dari obrolan kami hari itu,,,
Belajar Menghargai Setiap Orang
dan
Belajar Mensyukuri Apa Yang Kita Dapatkan
——————————————————–
(dalam harap dapat menjadi pendidik yang baik ^_^)
Sumber Gambar : oip.georgetown.edu

Aditya AF
Agustus 29, 2010 at 10:53 am
Bagus tulisannya, sangat menginspirasi. tapi kok sepertinya masih bersambung ya…
bolehkan sambungannya segera ditulis lagi…
Oya boleh saya share dan kutip tulisannya?
mama
Agustus 30, 2010 at 7:16 am
alhamdulillah dgn adanya share dgn teman bisa mendapatkan hikmah dan mama berharap vanie bisa jd dosen yg baik.kalo ada mahasiswa yg rada2 aneh mungkin dia ada problem entah itu dgn masalah financial ato masalah dgn lainnya..cobalah utk berempati..slamat bekerja ya sayang
sthevanie
Agustus 31, 2010 at 1:23 am
hehe, betul banget mah, kadang vanie juga suka error kalo kuliah S2 dulu, kadang pikiran ke kantin mata di dosen wkwkwkw, maklum lapeeer hahaha
makasih doanya mamaku sayang ^_^
sthevanie
Agustus 31, 2010 at 1:24 am
Salam Hangat Pak Adit ^______^ wah lama gak ketemu ni pak, Vanie dah gak di Politel ^_^, silahkan, semakin bermanfaat semakin baik pak ^_^
mama
September 1, 2010 at 7:30 am
wah eror lg tuh “kadang vanie juga suka error kalo kuliah S2 dulu ” bukan S1..hehe eror..eror…,diverifikasi ama mama ktahuan tuh pasti salah tulis deh…
decideme
September 2, 2010 at 7:55 am
maklum tante, waktu nulisnya kayaknya lagi eror juga ^__________^